Halaman 2

Terus alasannya itu doang kenapa bisnis thrift shop ini disebut bisnis kekinian? Nope, masih ada lagi dong. Thrift clothes saat ini sudah menjadi suatu tren dan secara gak langsung membentuk sebuah gaya baru untuk anak-anak milenial. Kenapa? Karena pakaian thrift yang dijual itu jenisnya terbatas bahkan sampe ada satu pakaian thrift yang jenisnya cuma satu doang di dunia, gabakal bisa kamu temuin di thrift shop lainnya. Nah inilah yang membuat pembeli terlihat berbeda dan lebih personal karena baju yang mereka beli gak pasaran, ibaratnya cuma gue gitu loh yang pake baju ini.

Saat ini, penjualan pakaian bekas sudah menjangkau pasar digital alias jualan lewat sosial media. Sejak tahun 2015, bisnis ini mulai merambah Facebook, Instagram maupun Twitter tapi konversi penjualannya belum sebesar sekarang. Tahun ini lah puncaknya. Disamping peminat pembeli dari kaum muda semakin meningkat, era vintage fashion pun kembali digandrungi lagi sehingga membuat banyak orang kini mencari thrift shop untuk menyelaraskan fashion mereka dengan tren yang lagi hits di jaman now.

Udah ngerti kan kenapa thrift shop disebut bisnis kekinian? Sekarang lanjut ke pertanyaan “Kenapa thrift shop disebut bisnis dengan modal kecil tapi untungnya gede?” Para penjual sekarang semakin pintar buat menyusun strategi penjualan mereka supaya mereka mendapat omset yang tinggi. Pakaian bekas pada umumnya memang dijual murah meriah. Kalo kamu dateng ke pusat pasar pakaian bekas, kamu bisa nemu beragam pakaian bekas ekspor dan impor dari kisaran harga Rp.5000 sampe Rp.100.000.

 

Baca Selanjutnya : Halaman 3

Post a Comment