4 Teknik Copywriting yang Efektif untuk Naikkan Minat Beli

Apakah kamu jadi tertarik membeli suatu barang setelah membaca kalimat promosinya? Kalau iya, maka teknik copywriting yang brand tersebut pakai berhasil menarik perhatian pelanggan. Menulis sebuah copy pun nggak bisa sembarangan. Terdapat beberapa teknik copywriting yang perlu copywriter kuasai agar mereka dapat menulis naskah iklan sesuai dengan target market yang dibidik atau konsep yang akan diangkat. Apa sajakah teknik copywriting tersebut? Simak di bawah ini!

AIDA

AIDA adalah teknik copywriting yang paling umum dan sering dipakai oleh para copywriter. Teknik ini adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Teknik copywriting ini diawali dengan membuat Attention, alias unsur yang dapat memancing perhatian pelanggan, misalnya foto produk atau kalimat headline yang ‘powerful’. Di bagian Interest, copywriter akan menampilkan unsur-unsur yang membuat pelanggan lebih tertarik lagi, contohnya fitur dan benefit produk. Selanjutnya, copywriter menambahkan unsur ‘Desire’ dengan memperlihatkan ‘gimmick’ seperti nominal diskon, bonus, dll. Terakhir, copywriter menambahkan CTA untuk mengajak pelanggan agar segera melakukan transaksi.

4C

Teknik copywriting yang kedua memiliki kepanjangan clear, concise, compelling, dan credible. Dilihat dari kepanjangannya, mungkin kamu udah bisa menebak bahwa teknik copywriting ini lebih fokus membidik audiens dengan memperkenalkan produk secara to-the-point, tapi tetap menarik. Dengan teknik ini, copywriter dapat meyakinkan audiens bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki dampak bagi calon konsumennya.

NPAS

Selanjutnya adalah teknik copywriting NPAS yang merupakan kepanjangan dari Niche, Pain, Agitate, dan Solution. Melalui teknik ini, copywriter akan menentukan dahulu niche market yang akan mereka bidik, misalnya anak remaja, ibu rumah tangga, atau karyawan. Lalu, mereka akan memikirkan masalah apa saja yang sedang dihadapi target market tersebut. Setelah itu, mereka akan menekankan lagi ‘pain’nya dengan menggambarkan dampak yang muncul dari masalah para target market. Barulah mereka menawarkan produk yang ditawarkan sebagai solusi dari masalah tadi.

AIDCA

Teknik copywriting yang terakhir mirip dengan AIDA. Bedanya, sebelum kata Desire ada kata ‘Conviction’ alias keinginan. Di bagian ini, calon konsumen mulai tersentuh dengan kalimat pada iklan, tapi masih kesulitan dalam mengambil keputusan. Maka dari itu, di bagian ini copywriter perlu meyakinkan mereka agar lebih percaya diri dan nggak ‘goyah’ dalam membeli produk.

Itulah empat teknik yang dapat kamu gunakan dalam membuat naskah iklan atau menawarkan produk. Terapkan teknik copywriting yang paling cocok dengan produk, niche market, dan konsep iklan yang akan dijalankan agar kamu berhasil meningkatkan penjualan!

Kalau kamu ingin memperdalam ilmu copywriting, kamu bisa ikutan program Digital Marketing dari Digital Marketing School lho! Nantinya, kamu akan dibimbing oleh mentor yang sudah berpengalaman di bidangnya dan mendapatkan project ‘real case’. Program ini juga bersertifikasi BNSP lho! Untuk informasi lebih lanjut, silakan DM admin lewat IG atau kunjungi link ini.