7 Kategori Malcolm Baldrige untuk Mengukur Kinerja Tim Excellence

Seiring dengan banyaknya negara di berbagai belahan dunia yang mengadopsi pendekatan dan kriteria yang digunakan oleh Komite Malcolm Baldrige untuk mengukur keunggulan kinerja, sehingga penghargaan tahunan pun telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan mutu dan kinerja bisnis beragam perusahaan. Kriteria yang digunakan dikenal juga sebagai 7 Kategori Malcolm Baldrige. Tujuh kriteria tersebut memang sangat berperan dalam menentukan maju mundurnya sebuah organisasi (baik organisasi bisnis maupun organisasi public). Berikut 7 kategori Malcolm Baldrige yang perlu Anda pahami agar kinerja perusahaan Anda tetap prima:

Pelajari juga cara mudah mengidentifikasi kinerja tim sesuai KPKU.

1. Leadership (Kepemimpimpinan)

Kriteria pada dasarnya ingin memotret bagaimana para pemimpin di organisasi tersebut menampilkan kapasitasnya. Misalnya, bagaimana mereka menetapkan visi dan tujuan organisasi, dan bagaimana selanjutnya mengkomunikasikannya kepada setiap anggotanya.

2. Strategic Planning (Perencanaan Strategis)

Kriteria ini mau melihat bagaimana proses perumusan strategi ditetapkan di lingkungan perusahaan. Serta tidak kalah penting: apakah konten strategi yang dirumuskan tadi itu secara tepat merespon dinamika perubahan lingkungan bisnis?

Baca juga: Ketahui Sistem Manajemen Kualitas Malcolm Baldrige, untuk Memantau Kriteria Kinerja Tim Anda

3. Consumer Focus (Fokus Pada Pelanggan)

Pada kategori ketiga ini, akan dilihat apakah produk dan layanan yang disediakan oleh organisasi sudah top atau ala kadarnya? Apakah produk atau layanan yang dibentangkan oleh kantor Anda selalu beraroma inovatif dan membuat para pelanggan bisa berseru takjub dan tersenyum puas?

4. Performance Measurement (Pengukuran Kinerja)

Di kategori ini akan dilihat, apakah setiap pemimpin di suatu perusahaan sudah memiliki key performance indicators (KPI) yang jelas dan terukur? Selanjutnya jika sudah terukur, apakah key indicators itu selalu di-review secara periodik untuk melihat progress dan mengambil corrective action (jika targetnya meleset)? Pengukuran kinerja dengan indicator yang jelas merupakan salah satu tanda munculnya performance-based culture yang kuat di sebuah organisasi.

Baca juga: 5 Teknik yang Penting Diketahui untuk Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

5. People Focus (Fokus pada Karyawan)

Di sini akan dilihat seberapa jauh perhatian dan komitmen manajemen organisasi Anda terhadap pengembangan mutu SDM-nya? Elemen ini juga mau melihat apakah organisasi telah memberikan skema reward yang cukup fair dan atraktif kepada seluruh anggotanya. Kontribusi pegawai yang melejit hanya akan merebak jika perusahaan punya kebijakan people focus yang solid dan konsisten.

6. Managemeny Process (Proses Manajemen)

Kriteria ini akan mengukur bagaimana sebuah perusahaan mendesain dan mengelola proses kerja kuncinya? Apakah setiap alur proses sudah didesain dengan ramping dan efisien? Hal lain yang ditelisik juga berkenaan apakah ada proses kerja yang terlalu birokratis, tidak saling terkoordinasi dengan baik, yang justru menimbulkan banyak silang sengketa diantara berbagai bagian/departemen?

Baca juga: 5 Strategi Mempertahankan Keunggulan Kompetitif Bisnis Anda

7. Result (Hasil Akhir)

Kategori terakhir ini melihat bagaimana hasil akhir kinerja orgnasisasi: apakah makin kompetitif, makin efektif, dan makin mengkilap kinerja di seluruh aspek organisasi di perusahaan tersebut?

Melalui 7 kategori Malcolm Baldrige di atas kita bisa menakar di mana dan sejauh mana level kinerja sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuh kategori ini juga sangat membantu jika sebuah perusahaan hendak melakukan proses transformasi menuju ke arah yang lebih excellence.

Post a Comment