Apa Saja Isi Portofolio Social Media Specialist? Ini Jawabannya!

Apakah kamu tertarik jadi social media specialist? Bagi para karyawan yang sudah berpengalaman, portofolio akan menjadi wadah mereka dalam memamerkan karya dan mempromosikan diri untuk menjadi social media specialist. Jika kamu baru saja lulus dan tertarik bekerja menjadi social media specialist, sebaiknya mulailah cari project kecil dan bangun portofolio agar kelak cepat diterima kerja. Nah, kira-kira apa sajakah isi portofolio social media specialist? Baca sampai selesai ya!

Deskripsi Diri

Sebelum masuk ke bagian inti portofolio social media specialist, kamu wajib membuat perkenalan diri berupa deskripsi singkat. Perkenalan diri ini dapat berupa nama, keterampilan, minat, pengalaman, dan keunikan yang kamu punya. Pastikan deskripsi yang kamu buat relevan dengan posisi Social Media Specialist. Bagian ini berguna bagi para rekruter untuk menilai sisi positif dari diri kamu.

Riwayat Pekerjaan Singkat

Setelah mendeskripsikan diri, kamu juga boleh masukkan riwayat pekerjaan secara singkat dan jelas di dalam portofolio social media specialist. Tuliskan pengalamanmu selama berorganisasi atau bekerja, serta pencapaian yang pernah kamu raih dan berdampak baik pada instansi. Sertakan juga tanggung jawab kamu selama bekerja di posisi tersebut agar rekruter dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka.

Keahlian

Salah satu bagian penting yang harus ada di dalam portofolio social media specialist adalah skill dan keterampilan. Sebutkan skill apa saja yang kamu kuasai dalam mengelola social media; kamu bisa memasukan soft skill dan hard skill. Contoh soft skill yang wajib social media specialist miliki adalah komunikasi, analisis, manajemen waktu, dan pemecahan masalah. Sementara hard skill yang setidaknya perlu kamu kuasai adalah Social Media Management, SEO, Google Analytics, dan Copywriting. Kamu juga boleh memasukan tools yang dikuasai, seperti Socialblade dan Meta Business Suite.

Karya atau Output

Di sinilah tempat kamu memamerkan karya dan output yang sudah dihasilkan selama bekerja. Tunjukkan hasil terbaik yang pernah kamu kerjakan dan berikan bukti-bukti untuk meyakinkan rekruter. Misalnya, kamu pernah membuat konten dan mendapatkan engagement tertinggi di suatu akun social media. Kamu bisa masukan bukti berupa screenshot konten tersebut serta detail engagementnya. Lalu, ceritakan pula secara singkat apa saja strategimu dalam meraih pencapaian tersebut dan dampaknya bagi instansi.

Kontak Pribadi

Satu hal yang tak boleh tertinggal adalah mencantumkan kontak pribadi yang mudah dihubungi. Berikan informasi berupa nomor telepon, email, dan link akun social media. Jangan sampai bagian ini tertinggal ya, karena kamu bisa melewati kesempatan untuk dihubungi rekruter!

Siap jadi social media specialist? Mulai tingkatkan skill, perluas jaringan, dan cari pengalaman dari sekarang agar kamu dapat menyusun portofolio social media specialist yang ciamik!

Kalau kamu ingin memperdalam skill dan mendapatkan project, kamu bisa ikutan program Social Media dari Digital Marketing School lho. Di sini, kamu akan dibimbing oleh para mentor yang sudah berpengalaman di bidangnya dan mengerjakan project real case.

Hasil dari project tersebut bisa kamu manfaatkan untuk membangun portofolio dan melamar kerja. Kamu juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari BNSP yang bisa menambah poin plus di mata rekruter! Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri kamu via DM Instagram atau klik di sini.