Bisnis Anda Akan Menerapkan Digital Marketing yang Seperti Apa, Jika Tidak Tahu 5 Keahlian Dasar Ini

Mungkin karena terlalu mudahnya, hampir semua karakter merasa mampu menerapkan digital marketing. Sebuah kesalahan besar bila seseorang menganggap bahwa dunia digital marketing hanya butuh kreativitas tinggi. Memang menjadi kreatif penting untuk membuat suatu konten marketing yang menarik.

Namun nyatanya dibutuhkan juga kemampuan dalam meneliti data untuk menilai apakah konten yang sudah dibuat benar-benar efektif atau tidak.

Pelajari 5 cara menjadi seorang Digital Entrepreneur sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan bisnis Anda.

1. Data Analisis

Ada hal mendasar yang membedakan digital marketing dengan teknik marketing konvensional. Digital marketing menghasilkan sejumlah data yang dapat diolah untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa suatu campaign. Dari Google Analytic misalnya, seorang marketer mampu mendapatkan data demografi (usia, jenis kelamin hingga perangkat yang digunakan) dan jumlah visitor dari sebuah situs.

2. Paid Social Media Advertising

Untuk urusan ini, kebanyakan marketer akan menyerahkan segalanya kepada agency yang dipekerjakan. Tidak ada salahnya memang, namun setidaknya seorang marketer minimal mengetahui bagaimana cara kerja iklan berbayar dari media sosial. Faktanya, memasang sendiri iklan dalam media sosial tidak sulit. Justru pengguna akan tahu apa saja fitur yang tersedia serta mampu mengatur target market sehingga campaign dapat dilakukan secara efisien.

Baca juga: TUW Consultant Bersama Universitas Telkom Luncurkan Program Digital Entrepreneur Class

Walaupun begitu, sangat dianjurkan untuk tidak hanya paham dalam memasang iklan, namun juga melatih sense kreatif untuk menilai apakah sebuah iklan dapat berjalan dengan baik di media sosial. Perlu diingat bahwa setiap medium memiliki penanganan tersendiri. Contoh kasarnya, perlakuan kreatif Facebook Post yang tak terbatas pada karakter huruf akan sangat berbeda dengan tweet pada Twitter yang hanya dibatasi hingga 140 karakter saja.

3. Email Marketing

Teknik email marketing memang merupakan salah satu teknik marketing yang paling kuno, bahkan kecenderungan tingkat open rate menurun tiap tahunnya. Hal ini disebabkan salah satunya oleh kebiasaan marketing konvensional yang diterapkan di kanal digital, yakni dengan mengirimkan email sebanyak mungkin ke database yang dimiliki, entah penerima butuh informasi tersebut atau tidak. Namun email marketing tetaplah penting untuk menciptakan peluang seamless marketing yang jadi ciri khas digital marketing.

Baca juga: 14 Aplikasi Manajemen untuk Mengukur Alur Kerja yang Lebih Baik di Media Sosial Bisnis Anda

4. Search Engine Marketing

Keahlian dasar yang wajib dimiliki selanjutnya adalah Search Engine Marketing. Strategi ini sejatinya dapat dilakukan oleh industri apapun, dengan budget berapapun, mulai dari perusahaan besar beromzet milyaran hingga barber shop di pinggiran kota. SEM juga penting untuk menarik orang agar mengenal sebuah bisnis. Intinya, SEM cukup murah dan dapat dilakukan secara instan.

5. Penguasaan Tools dan Platforms

Bila sudah menyentuh digital marketing, mau tidak mau marketer wajib memahami dan cakap dalam bersentuhan dengan teknologi. Tidak mungkin seseorang mampu menerapkan strategi digital marketing tanpa cakap berteknologi.

Seiring berjalannya waktu, teknologi juga berkembang dengan pesat. Begitu juga dengan tools digital marketing. Bila dahulu kita hanya mampu memanfaatkan email blast, saat ini dibutuhkan email blast yang jadi satu dengan SMS dan mobile apps tools. Perangkat tersebut akan memudahkan marketer untuk melakukan cross sell dengan mudah.

Baca juga: 18 Kesalahan Fatal yang Bisa Membuat Startup Gagal

Memang banyak skill yang dibutuhkan untuk menerapkan digital marketing. Namun faktanya, keahlian-keahlian tersebut sangat mudah untuk dipelajari. Kuncinya adalah mau berusaha. Jadi, never stop learning because life never stop teaching.

Post a Comment