Cara Jitu Tingkatkan Open Rates Email Marketing Anda

Email adalah metode komunikasi yang disukai dalam hubungan bisnis bagi 72% orang dewasa di Amerika. Sebagaimana inisiatif marketing lainnya, email membutuhkan sebuah strategi untuk menginspirasi audience dan mendapatkan perhatian mereka. Ketika digunakan dengan benar, email telah terbukti sebagai platform marketing yang paling berpengaruh dan efektif dalam hal biaya.

Tujuan Anda bukan untuk mendapatkan pesan masuk ke dalam inbox pelanggan yang sudah penuh. Tujuan Anda adalah meminta pelanggan untuk membuka pesan Anda, dan hal ini bisa didongkrak melalui konten untuk menarik mereka dan menyelesaikan call to action-nya.

Pelajari cara menulis konten email marketing yang menarik dari mulai headline hingga call to action.

Email marketing itu berkisar dengan mengetes dan mencoba untuk menemukan sebuah strategi yang menghasilkan kesuksesan. Anda tidak bisa membicarakan tentang conversion kalau email Anda saja tidak dibuka. Jika Anda mengalami open rate yang rendah, tes dan cobalah strategi di bawah ini untuk memperbaiki kemampuan delivery pesan dan meningkatkan open rate.

Berikut Strategi tingkatkan open rates email marketing Anda:

1. Subject Lines

Subject line akan mendukung atau menjatuhkan open rate. Personalisasi subject lines dan buatlah sejelas mungkin sehingga subscriber Anda tertarik untuk membuka email tersebut. Subject lines harus menginspirasi, kuat, dan menarik untuk berada di deretan email dalam inbox customer Anda yang sangat penuh.

Baca juga: Teknik Email Marketing

2. List Segmentation

List segmentation atau daftar segmentasi membantu Anda melakukan personalisasi lebih lanjut dan membatasi target audience. Anda bisa memilih pelanggan pada daftar yang ingin dikirimkan pesan tertentu. Kelompokkan audience berdasarkan custom field untuk memanfaatkan pesan Anda secara lebih efektif.

3. Split Testing

Aspek apa yang bisa Anda tes untuk mendapatkan hasil campaign terbaik? Cobalah beragam variasi dan lakukan tes pada subject lines, body text, call to action, personalisasi atau desain email Anda. Kirimkan pesan yang sama dalam beragam versi kepada daftar pelanggan Anda. Tools seperti MailChimp dan Active Campaign menawarkan dukungan untuk A/B Testing.

Pelajari cara men-split testing yang efektif.

4. Mobile Mindset dengan Design Responsif

Email Anda harus memiliki design yang responsif. Anda harus menjaga user experience, tidak peduli device apa yang mereka gunakan dengan mengoptimasi campaign untuk mobile device.

Asumsikan audience sedang melihat pesan Anda pada sebuah smartphone. Pastikan seluruh judul email akan muncul pada layar standar smartphone. Sementara customer Anda sedang melakukan meeting, menunggu kopi atau berada di kereta, mereka akan melihat email dari inbox smartphone mereka.

5. Frekuensi Pengiriman

Seberapa sering Anda harus menghubungi pelanggan memang memunculkan banyak kebingungan. Haruskah Anda menghubungi mereka sebulan sekali, seminggu sekali atau setiap 4 bulan sekali? Jawabannya beragam bergantung pada industri bisnis yang Anda tekuni.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Email Automation untuk Promosi

Ingatlah bahwa customer Anda menerima semua komunikasi dan pesan Anda, tapi mereka tidak suka pesan yang tidak tepat waktu dan tidak relevan. Tidak ada frekuensi yang sempurna, tapi ada resiko sehubungan dengan email yang dikirimkan terlalu banyak atau sedikit.

6. Waktu Pengiriman

Ketika campaign marketing Anda sedang berjalan, telusuri data dan CTR (Click Through Rate) Anda untuk menentukan pola engagement. Waktu adalah segalanya ketika menyangkut open rate. WordStream memberikan informasi yang detail mengenai waktu terbaik agar audience membuka email Anda.

Anda harus mengenal target audience Anda dan pesan yang Anda kirimkan. Pahami kapan waktu pelanggan Anda mengecek email mereka dan device yang mereka gunakan. Dan jangan lupa subject line dan kata-kata dalam pesan Anda yang memberikan dampak terbesar.

Baca juga: Kirim Surat Cinta Menggunakan Mailchimp di Hari Valentine

7. Perbarui List Email

Perusahaan yang tidak bertahan akan membuat karyawannya meninggalkan alamat email perusahaan yang tidak lagi terpakai. Akun email akan diabaikan ketika Anda membuat yang baru. Jika Anda memiliki list yang sama dari lima tahun yang lalu, Anda hanya membuang uang dengan mengirimkan pesan yang diabaikan dalam inbox.

Open rates sulit meningkat ketika Anda memiliki daftar email yang penggunanya tidak aktif. Untuk meningkatkan hasil dan lead untuk penjualan, list email yang bersih akan menghasilkan delivery yang lebih baik.

Baca juga: Perbedaan Single Opt-in VS Double Opt-in

Berikut beberapa cara untuk memperbarui daftar email Anda:

  • Hapus alamat email yang sama
  • Cek ketepatan alamat email
  • Lakukan campaign konfirmasi ulang
  • Perbarui detail dan ubah informasi dari kontak

Post a Comment