Emotional Marketing, Membangun Emosi Untuk Meraih Konversi

Buat kamu yang belum tahu, emotional marketing adalah strategi pemasaran untuk membangkitkan emosi audiens atau target pasar. Emosinya bisa positif, tapi ada juga yang memang sengaja menimbulkan emosi negatif atau kurang menyenangkan untuk mendapat banyak engagement. Menggunakan strategi ini bisa sangat berpengaruh terhadap pemasaran brand, dan berikut adalah penjelasan lebih lanjut seputar emotional marketing.

Pentingnya Menerapkan Emotional Marketing

Emosi adalah motivasi dasar dari hampir semua tindakan manusia, termasuk dalam menentukan keputusan. Bahkan riset menunjukkan bahwa faktor yang paling memengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu produk adalah emosi. Dengan menerapkan emotional marketing pada pemasaran suatu perusahaan atau brand, maka selain secara rasional customer juga ikut terlibat secara emosional dalam memutuskan apakah jadi membeli produk perusahaan tersebut atau tidak.

Tips untuk Emotional Marketing agar Konversi Tinggi

Untuk menerapkan strategi emotional marketing, ada baiknya kamu mengenali emosi dasar manusia. Menurut psikolog Dr. Paul Ekman terdapat enam macam emosi dasar pada manusia, yaitu bahagia, sedih, takut, marah, terkejut, dan jijik. Namun, dalam pembahasan kali ini akan terangkum menjadi 4 emosi dasar, yaitu bahagia, sedih, takut/terkejut, dan marah/jijik. Bentuk action pelanggan yang timbul akibat dari suatu emosi pun bisa berbeda-beda setiap emosinya, yaitu sebagai berikut.

  1. Campaign yang menimbulkan rasa senang atau lucu bisa memicu orang untuk melakukan banyak share, misalnya meng-share dengan teman atau dengan grup untuk berbagi kesenangan.
  2. Konten yang menyedihkan dapat memicu lebih banyak klik.
  3. Konten yang memicu rasa takut/terkejut pada seseorang akibat urgensi dari tawaran campaign suatu produk bisa membuat orang tersebut melakukan tindakan yang lebih cepat.
  4. Kemudian konten yang memicu rasa marah/jijik bisa merangsang orang-orang untuk berkomentar.

Perlu kamu ingat juga, bahwa emosi-emosi tersebut bisa berpengaruh juga terhadap cara pandang orang-orang melihat perusahaan atau brand kamu. Salah langkah dalam menerapkannya pada setiap campaign kamu bisa jadi bumerang yang malah membuat pemasaran menurun, atau bahkan membuat orang-orang jadi berpaling dari produk kamu.

 

Untuk itu, kamu perlu mengenali cara penerapannya dengan mengikuti kelas Digital Marketing School. Di situ kamu bisa jadi tahu tentang Social Media Management, Copywriting For Ads, dan hal-hal seputar digital marketing termasuk penerapan emotional marketing ini. Kamu bisa klik DI SINI untuk cari tahu info yang lebih lengkapnya.

Follow instagram kami di @digitalmarketingschool.id untuk info seputar bisnis dan digital marketing.

[super_form id=”14361″]

Post a Comment