Ikuti 3 Strategi Psikologis Harga Untuk Bantu Dongkrak Harga Produk Anda

Berbagai strategi psikologis harga bisa Anda terapkan untuk mendongkrak harga jual produk maupun jasa Anda. Strategi ini disebut cukup sukses karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang rasional dalam menimbang-nimbang setiap pilihan yang akan diputuskannya secara masuk akal.

Nah strategi psikologi harga bisa berpengaruh pada pilihan yang akan dibuat pembeli. Untuk itu, Anda perlu menentukan harga jual yang tepat untuk Anda menarik mereka agar akhirnya mau membeli. Baca sampai akhir artikel ini untuk ketahui strateginya!

Strategi Psikologis Harga dengan Efek Umpan

Seorang pakar konversi bernama Jeremy Smith yang pertama kali memperkenalkan strategi ini dalam sebuah artikel di platform LinkedIn. Ia memberikan contoh sederhana bagaimana seorang pembeli bisa memberikan harga psikologis pada pembelinya agar mereka terpengaruh.

Ia mencontohkannya dengan harga popcorn. Biasanya, akan ada 2-3 harga yang dimunculkan untuk sebuah popcorn, harga untuk ukuran kecil, sedang dan besar. 

Jika Anda menetapkan harganya dengan harga popcorn kecil Rp. 25.000, popcorn sedang Rp. 35.000 dan popcorn besar Rp.50.000, sudah pasti konsumen akan lebih memilih popcorn sedang.

Namun, beda halnya jika Anda menggunakan strategi psikologis harga seperti ini. 

  • Popcorn kecil : Rp. 25.000
  • Popcorn sedang : Rp. 35.000
  • Popcorn besar: Rp. 40.000

Mana yang menurut Anda terlihat lebih menarik? Sudah pasti yang popcorn besar, bukan?

Menggunakan Strategi Bundling

Pasti pernah kan melihat poster seperti, “Beli smartphone x dan dapatkan aksesoris seharga Rp. xx.xxx,-“ nah strategi ini termasuk ke dalam strategi psikologis harga yang cukup ampuh untuk menarik minat membeli konsumen.

Dalam menentukan paket bundling, Anda perlu hati-hati dan memiliki pemikiran strategis. Kunci dari strategi psikologis harga menggunakan bundling adalah coba untuk gabungkan barang tanpa mengurangi nilai. Lalu, pikirkan juga bundling seperti apa yang bisa menarik konsumen.

Beri Kesepakatan dengan Harga Referensi

Strategi harga ini sudah banyak dilakukan dan terbilang tak pernah boncos alias selalu sukses menarik minat konsumen. Dengan strategi ini, Anda bisa memicu persepsi konsumen dengan harga yang lebih reseptif.

Contohnya, ada harga sebuah buku berharga Rp. 80.000,- . Namun, kemudian harga ini dicoret dan diganti dengan harga Rp.50.000. Dengan strategi psikologis harga seperti ini, konsumen akan menaruh harga Rp. 80.000 sebagai harga yang mahal dan Rp. 50.000 adalah harga yang murah dan layak.

Mudah bukan menerapkannya? Jangan lupa untuk kunjungi website dan Instagram kami untuk dapatkan informasi terbaru tentang bisnis dan Digital Marketing.

[super_form id=”14361″]

Post a Comment