Native Ads, Iklan Informatif Tanpa Ganggu Audiensmu!

Pernahkah kalian merasa jengkel dengan layanan iklan advertorial pop-up yang kerap menganggu saat sedang mengakses situs web di gadget kalian? Iklan advertorial baik berbentuk center pop-up maupun iklan bergambar yang memenuhi sudut website dianggap orang-orang sangat menganggu aktivitas mereka di dunia maya. Bukannya tertarik, para audiens justru merasa terganggu hingga akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan dan mencari situs lain yang jauh lebih bersih dari iklan advertorial.

Pengefektifan iklan advertorial telah dilakukan oleh banyak perusahaan, salah satunya adalah dengan beralih pada iklan native atau native advertising. Hal ini dilakukan melihat para audiens internet masa kini yang sudah semakin pintar dalam memahami berbagai bentuk advertising sehingga perusahaan pun memilih untuk beralih ke native advertising yang jauh lebih informatif dan tak menganggu audiens.

Berbeda dengan advertorial ads yang murni menonjolkan hard-selling, native ads justru memiliki misi rahasia yang efektif untuk audiens yakni menyampaikan suatu iklan berbayar dari sebuah brand dengan informatif. Trik yang digunakan native ads untuk menarik perhatian audiens juga dianggap ampuh yaitu menggunakan trik pendekatan soft-selling dimana audiens diajak untuk membaca sebuah informasi yang akan menambah wawasan mereka dan secara tidak langsung mereka membaca maksud dan tujuan promosi yang terselip di dalam teks native ads tersebut.

Selain itu, penempatan konten teks native ads yang tidak menganggu audiens pun dianggap menjadi kekuatan tersendiri sehingga kini banyak digunakan oleh perusahaan dan para pebisnis untuk mempromosikan brand mereka dengan tepat. Biasanya penempatan konten teks native ads akan disesuaikan dengan layout dari media atau website yang menjadi placementnya. Struktur pembuatan native ads nya pun akan dibuat sedemikian serupa dengan layout media mulai dari jenis font, warna font hingga bentuknya. Dengan kamuflase tersebut, native ads akan lebih menarik perhatian dan minat audiens untuk meng-kliknya tanpa harus merasa terganggu.

Dalam membuat sebuah native ads, hal yang patut diperhatikan adalah copy dan visual nya. Copy disini maksudnya adalah bagaimana cara kita membuat headline dan deskripsi yang menarik sehingga audiens mau melirik dan pada akhirnya mereka akan meng-klik native ads kita. Selain itu, visual dari copy ads kita juga harus terlihat menarik, unik dan tidak monoton untuk menarik perhatian audiens.

Ada 3 tips yang dapat kamu gunakan dalam membuat sebuah teks native ads yang menarik, informatif dan bernilai soft-selling yaitu:

  1. Tonjolkan inti atau pesan iklan yang ingin dipromosikan

Menyusun headline harus berdasarkan inti pesan apa yang ingin kita sampaikan karena headline adalah sebuah representatif brand untuk mendekati audiens nya.

  1. Penggunaan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami

Audiens akan tertarik apabila konten native ads kita memiliki tata bahasa yang ringkas, efektif dan muda dipahami. Penyesuaian bahasa ini penting dilakukan agar audiens dapat menerima pesan dengan mudah dan terasa lebih personal.

  1. Arahan untuk klik

Dalam penyusunan headline, Call-To-Action menjadi hal yang penting bagi pencapaian minat audiens terhadap native ads kita. Perlu ada arahan kepada audiens agar mereka mau melakukan klik sehingga mereka akan mendapatkan pesan yang lebih lengkap dan tujuan advertising pun tercapai.

Eksistensi iklan native saat ini semakin melonjak naik menggeser posisi iklan advertorial. Salah satu media berita online luar negeri, Forbes bahkan mengatakan bahwa sebanyak 53% audiens mengakses iklan native sehingga pembelian pun meningkat dengan persentase yang sama.

Diharapkan dengan meningkatnya eksistensi iklan native saat ini, perusahaan maupun para pebisnis yang masih setia dengan iklan advertorial bisa mencoba untuk berpindah hati ke iklan native yang tentunya jauh lebih efektif dan informatif. Bagaimana nih, kalo kamu tertarik gak pasang iklan native supaya penjualanmu bisa punya peluang yang tinggi? Gak mungkin gak tertarik sih kalo keuntungan yang kamu dapat seperti itu ya, so selamat beralih ke native ads, entrepreneur-ers!

Post a Comment