Peluang Bisnis Dropship Tanpa Modal

Bicara mengenai peluang usaha, saat ini tidak banyak peluang usaha secara offline yang dapat dijalankan, namun banyak peluang usaha yang dapat dijalankan melalui online. Bisnis online atau biasa disebut digital marketing semakin berkembang pesat dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Indonesia termasuk peringkat ke-5 sebagai pengguna internet teraktif di dunia, dengan total pengguna lebih dari 110 juta orang. Hal tersebut berdampak kepada penggunaan internet sebagai sarana berbelanja online.

Salah satu keuntungan dari bisnis online adalah peluang usaha di internet tidak perlu modal besar. Anda hanya butuh komputer, jaringan internet, dan kemauan untuk terus berbisnis. Keuntungan lainnya berbisnis online adalah Anda dapat mempromosikan ata berjualan menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya.

Alternatif pilihan bisnis online yang tanpa mengeluarkan modal sedikit pun ialah dengan menjalankan bisnis dropship. Karena Anda tidak perlu ambil resiko besar dengan membeli barang secara tunai, atau menyetok barang di gudang. Resiko barang menumpuk karena tidak laku nyaris tidak ada, karena Anda dibantu oleh supplier untuk menyetok barang dagangan.

Jika Anda akan memulai bisnis dropship, ada 5 tips sukses dalam memilih supplier yang baik, diantaranya:

1. Riset Pasar

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mulai mengumpulkan informasi seputar pasar yang ingin Anda masuki. Perlu diingat bahwa bisnis online memiliki pasar yang begitu luas. Jika Anda memilih market yang tapat, kemungkinan besar produk yang Anda jual akan cepat laku.

Baca juga: Bisnis Sukses dengan 7 Strategi Digital Marketing

2. Cari Tahu Alamat Supplier

Anda perlu menyelediki kebenaran alamat website atau fan page, dan nomor hand phone supplier tersebut untuk menghindari penipuan. Perhatikan juga respon dari pengunjung atau customer mereka website atau fan page tersebut.

3. Pahami Syarat Dari Supplier

Tanyakan syarat-syarat untuk menjadi drop shipper atau reseller mereka. Karena masing-masing supplier memiliki sistem dan kebijakan berbeda.

4. Cermati Produk Dari Supplier

Cermati bagaimana product knowledge supplier tersebut untuk memberikan informasi kepada kita terhadap produk yang mereka jual. Seorang supplier harus mengerti mengenai peroduknya, seperti dari mana produk atau brand tersebut berasal dan apa kelebihannya.

5. Tanyakan Kesepakatan Sejak Awal dengan Supplier

Anda perlu menanyakan kesepakatan sejak awal dengan jelas tentang return barang jika barang saat pengiriman ada kesalahan dari pihak supplier. Serta bagaimana procedure-nya, bagaimana dengan ongkos kirimnya? Adakah kompensasi lainnya yang diberikan oleh supplier karena kelalaiannya tersebut, hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan customer. Dan yang terakhir, bagaiaman sistem pembagian keuntungannya dengan supplier, berapa persen yang akan Anda dapatkan setiap produk yang berhasil terjual.

Baca juga: Facebook and Instagram Ads Mastery

Post a Comment