Perbedaan Single Opt-in VS Double Opt-in

Apabila Anda mempunyai website yang berfungsi untuk mengembangkan bisnis Anda, berarti Anda sudah sangat familiar dengan apa yang disebut dengan opt in. Opt in ini biasanya akan muncul pada saat Anda membuka sebuah halaman website atau blog. Sedangkan tujuan dipasangnya opt in yaitu untuk mendapatkan kontak atau data dari customer.

Model opt in ini bersifat trading, yaitu Anda akan memberikan sebuah informasi pada pengunjung website atau blog Anda apabila mereka bersedia untuk menukarkan informasi data diri mereka berupa nama dan juga alamat email.

Baca juga: Digital Entrepreneur Institute

Perbedaan Single Opt In & Double Opt In

Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis opt in ini yaitu berapa kali pengguna harus mengkonfirmasi bahwa mereka ingin ditambahkan ke daftar email Anda. Single Opt In adalah yang memungkinkan pengguna mengirimkan alamat email mereka untuk mengisi informasi pendaftaran.

Single opt ini ini tidak harus mengkonfirmasi kembali apakah mereka sudah terdaftar atau belum. Begitu audience atau pengguna sudah mendaftar, maka dia akan segera ditambahkan ke daftar email Anda. Sedangkan double opt in adalah yang mengharuskan pengguna mengkonfirmasi untuk mendaftarkan email mereka.

Pada saat pengguna berlangganan newsletter email di blog atau website Anda, maka pengguna tersebut akan dikirimi sebuah email konfirmasi dan mereka harus mengklik sebuah tombol atau sebuah link yang menegaskan keinginan mereka untuk ditambahkan ke daftar email Anda. Hanya setelah melakukan konfirmasi ini pengguna akan resmi ditambahkan ke daftar email Anda.

Baca juga: 5 Strategi dalam Digital Marketing Campaign

Pro & Kontra Menggunakan Single Opt In

Pro single opt in diantaranya:

  • Anda bisa melakukan sign up pengunjung baru ke daftar email Anda dengan segera mungkin.
  • Karena mereka telah ditambahkan ke daftar email Anda, maka bisa langsung memenuhi keinginan mereka untuk mendapatkan konten atau newsletter Anda.
  • Memungkinkan pengguna untuk tidak mengkonfirmasi subscription mereka.

Kontra single opt in yaitu:

  • Apabila Anda menawarkan sebuah konten setelah pengguna melakukan pendaftaran, maka bisa saja pengguna memberikan alamat email palsu, sehingga mereka bisa langsung mendapatkan konten Anda.
  • Anda mendapatkan alamat email yang salah

Seorang pengguna bisa melakukan sign up untuk mendaftar dan juga bisa terjadi sebuah kesalahan mengetik alamat email mereka. Sehingga akan memberikan daftar email palsu dan hal ini bisa mengganggu email marketing Anda.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Ada di Landing Page

Pro & Kontra Menggunakan Double Opt In

Pro double opt in diantaranya:

  • Meningkatkan engagement
  • Mendapat perlindungan dari spam address yang ditambahkan ke daftar Anda
  • Menjadi cara yang bagus untuk memulai kampanye email marketing

Kontra penggunaan doule opt in:

  • Anda membuat langkah yang lebih untuk pengguna yang akan mendapatkan konten Anda
  • Berisiko untuk memulai email spamming
  • Anda akan kehilangan customer

Apabila MailChimp menyarankan Anda untuk menggunakan double opt in yang berdasarkan pada hasil penelitian yang telah mereka lakukan, tapi dalam memilih jenis opt ini bergantung pada seperti apa rencana bisnis Anda dan juga seperti apa strategi pemasaran yang akan Anda jalankan.

Baca juga: Teknik Maksimalkan Strategi Marketing

Apabila Anda mengutamakan membuat database besar dengan lebih cepat dan penting, maka jenis single opt in akan menjadi lebih efektif untuk Anda. Anda perlu ingat bahwa akan terjadi trading seperti sudah dijelaskan sebelumnya.

Oleh sebab itu Anda perlu mempertimbangkan antara ukuran database dan kualitasnya. Namun apabila Anda mempunyai keinginan untuk mengumpulkan data yang akurat dan tidak ingin usaha Anda dalam mengirimkan konten kepada pengguna menjadi hal yang sia-sia, maka Anda bisa menggunakan double opt in.

Post a Comment