Seni Membuat Orang Lain untuk Melihat Suatu Hal Menjadi Sama dengan Sudut Pandang Anda

Seni membuat orang lain untuk melihat suatu hal menjadi sama dengan sudut pandang Anda biasanya disebut persuasi. Seni persuasi ini adalah kunci bagi pengusaha dan perlu diasah sejak hari pertama Anda merumuskan gagasan baru.

Meyakinkan mitra yang tepat untuk bergabung, mendapatkan investor yang tepat untuk mendanai, serta pelanggan yang tepat untuk membelinya. Pemasaran yang bagus hanyalah sebagian dari usaha dan keterampilan ini.

Pelajari juga cara mempengaruhi konsumen dan target market Anda dengan copywriting.

1. Pengulangan adalah kunci untuk menarik perhatian orang

Teknik persuasi yang pertama adalah pengulangan. Secara psikologi, sesuatu yang terus dilakukan atau dilihat secara berulang maka lama-kelamaan akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Contoh, pernahkah Anda mendengar slogan yang berulang? Ya, tanpa disadari, slogan tersebut telah masuk ke dalam alam bawah sadar audiens dan menyebabkan peningkatan penjualan drastis pada suatu bisnis.

2. Buatlah pesan dalam konteks yang penting bagi audiens

Jangan membuat pesan yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Buatlah konten yang sesuai dengan apa yang diinginkan audiens. Gunakan bahasa yang sesuai dengan target audiens Anda dan hindari jargon yang sulit untuk dipahami.

Baca juga: Gini Nih Cara PDKT dengan Calon Konsumen Anda

3. Gunakan skenario cerita yang kontras untuk menggambarkan dampaknya

Cerita seringkali lebih meyakinkan daripada pernyataan fakta sederhana. Jika Anda bisa mengintegrasikan audiens langsung ke dalam cerita, potensi dampaknya akan lebih besar lagi. Kekuatan cerita merupakan penggerak efektif orang-orang dari kepercayaan lama ke yang baru. Melalui cerita nyata yang dibagikan, konsumen akan lebih bisa menangkap pesan yang disuguhkan.

Contoh, jika bisnis Anda bergerak di bidang asuransi, maka Anda dapat menyampaikan cerita orang-orang yang terkena musibah dan tidak memiliki asuransi, dibandingkan dengan sekadar memberitahukan manfaat apa yang bisa didapatkan jika memiliki asuransi.

Baca juga: 7 Strategi Jitu untuk Mempercepat Closing

4. Personalisasikan pesan Anda agar sesuai dengan latar belakang penerima

Teknik personalisasi yang keempat adalah dengan mempersonalisasikan pesan. Apakah tujuan Anda saat ini? Apakah itu mendekati investor, mitra atau pelanggan, Anda perlu mendengarkan terlebih dahulu untuk menemukan solusi yang menarik dengan ide Anda.

Jika orang itu kreatif dan intuitif, jangan memukul mereka dengan pesan logis dan analitis. Bangun relasi dan pastikan Anda telah siap secara matang sebelum bertemu dengan audiens yang dituju.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Komplain dari Customer

5. Gunakan teman dan penasihat sebagai sumber perkenalan hangat

Setiap orang lebih cenderung untuk mendengarkan dan percaya kepada orang baru jika orang tersebut dibawa kepada mereka oleh seseorang yang mereka kenal, terutama jika hubungan tersebut memiliki pengalaman atau keahlian yang relevan. Dengan referensi yang Anda dapatkan akan berpengaruh besar terhadap kredibilitas Anda di mata calon audiens.

6. Mewujudkan ide Anda menjadi prototype atau demo

Orang akan selalu menaruh lebih banyak kredibilitas ke dalam sesuatu yang bisa mereka sentuh dan rasakan, dibandingkan dengan hanya sekadar kata-kata. Apa yang Anda visualisasikan di dalam pikiran tidak begitu jelas bagi orang lain, terutama investor yang mungkin tidak memiliki keahlian seperti Anda dalam suatu produk atau jasa yang Anda wakili. Maka dari itu, sebisa mungkin selalu buatlah prototype yang mewakili ide Anda.

Baca juga: Chatbot Dapat Meningkatkan Engagement

7. Sebarkan ide Anda kepada audiens

Media sosial adalah alat yang ampuh untuk menguji ide Anda dengan biaya dan risiko minimal. Namun, media sosial memiliki potensi besar dalam menyebarkan pesan Anda kepada orang yang tepat. Seribu orang yang telah memberikan respon positif kepada produk atau jasa yang Anda tawarkan akan menjadi senjata terbaik untuk meyakinkan konsumen baru.

Post a Comment