Tips Pemilik Bisnis Hadapi Era New Normal

New Normal merupakan fase di mana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin. Langkah ini dijalankan pemerintah untuk memulihkan produktivitas masyarakat agar perekonomian dapat kembali pulih setelah terpuruk dimana pertumbuhannya 2,97%. Menteri kesehatan sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha. Walaupun begitu, banyak protokol yang perlu kita patuhi sebagai pebisnis, mulai dari membentuk tim kebersihan khusus, membuat panduan untuk bekerja dari rumah, melakukan pembatasan tempat kerja, melakukan pelacakan pegawai terpapar corona (tracking and tracing), mencegah kerumunan pengunjung dengan membatasi akses masuk orang ke dalam toko, menerapkan sistem antrean di pintu masuk dengan tetap melakukan jarak fisik minimal 1 meter hingga menganjurkan sistem take away (industi F&B).

Dalam situasi saat ini, menghadapi new normal artinya kita harus siap beradaptasi dengan berbagai dampak yang diakibatkan oleh COVID-19. Kasus COVID-19 sendiri hingga saat ini di Indonesia semakin bertambah. Bagaimanapun karena perekonomian harus bangkit, maka bisnis harus mulai beroperasi kembali.Mungkin tidak sedikit dari kalian bisnisnya terkena dampak dari COVID-19 dan menanggung banyak kerugian selama PSBB. Tapi banyak pula sektor bisnis yang diuntungkan seperti, e-commerce, logistik, cloud kitchen atau dapur kolektif, jasa antar makanan, dan sebagainya. Karena pemerintah sudah berencana untuk mengakhiri kebijakan PSBB (rencananya berakhir pada 4 Juni mendatang), maka sekarang saatnya untuk membangkitkan bisnismu kembali. Pertanyaannya adalah Bagaimana Pemilik Bisnis Hadapi Era New Normal? Baca artikel berikut sampai akhir!

Market review

Ditahap awal ini kamu sebagai pebisnis wajib meninjau ulang target jangka pendek. Tak hanya itu, kamu juga perlu menyusun rencana untuk menghadapi struktur pasar, kompetisi, dan dinamika pembelian jika diberlakukan lagi PSBB gelombang kedua bahkan gelombang ketiga.

Proposition and brands

Jangan kaget kalau situasi New Normal saat ini membuat perilaku konsumen menjadi berubah. Kita harus cermat berfokus pada kebutuhan pasar. Tanyakan pada dirimu, adakah solusi yang kira-kira bisa kamu tawarkan kepada klien atau pelanggan, terutama untuk membantu mereka menghadapi kesulitan-kesulitan pasca COVID-19.

Sales and customer relationships

Kini saatnya untuk menjalin kembali komunikasi dengan customer, mungkin yang sebelumnya sempat tidak ada komunikasi. Sapa mereka dan tanyakan apa yang menjadi harapan mereka saat ini. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian kita terhadap customer. Untuk yang sebelumnya tidak aktif di socmed, mulailah untuk membuiat konten konten yang menarik engagement mereka. Gunakan sistem CRM untuk mengecek status penjualan Anda. Apakah masih ada penjualan yang statusnya pending? Klien mana saja yang perlu segera ditindak lanjuti? Kapan terakhir kali sales Anda menghubungi klien yang mereka tangani? Bagaimana respons terakhir klien Anda terhadap penawaran yang sudah dikirim?

Pemulihan bisnis dalam situasi new normal ini mungkin tidak dapat berhasil waktu singkat, namun dengan sikap optimis dan usaha yang konsisten, bisnis kamu pada akhirnya tidak hanya akan pulih dan mampu beradaptasi tetapi juga menjadi lebih kuat dalam menghadapi situasi yang tak menentu kedepannya. Ingin bisnismu tetap sustain di era new normal? Ikuti Online Course Digital Marketing dengan mengunjungi www.digitalmarketingschool.id atau hubungi WHATSAPP untuk info lebih detail

Let ‘The New Normal’ Begin

Post a Comment