Perhatikan Keamanan Siber Perusahaan Agar Tak Terjadi Serangan Siber Ini

Penggunaan teknologi berbasis siber menjadi hal yang tidak bisa terhindarkan bagi para pebisnis di era 4.0, baik itu untuk pengumpulan data, penyimpanan informasi perusahaan, dan sebagainya. Namun, di samping maraknya penggunaan teknologi digital, berkembang pula berbagai serangan siber melalui jaringan. Untuk itu, para pebisnis perlu memiliki keamanan siber atau cyber security pada perusahaannya.

Berdasarkan Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) tercatat lebih dari 88 juta serangan siber terjadi sejak 1 Januari 2020. Tentu para digital marketer perlu mewaspadainya. Cyber security yang lemah menyebabkan sistem perusahaan rentan terserang dan bisa menyebabkan hilangnya data-data, bahkan tercurinya informasi-informasi penting perusahaan. Jenis serangan siber pun beragam, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Serangan Siber Malware dan Virus

Pada ancaman ini biasanya sang peretas menyusup melalui e-mail, website, atau perangkat keras yang terhubung pada piranti sistem yang perusahaan gunakan. Jika sistem keamanan siber terdeteksi lemah, virus atau malware yang masuk dapat menyebabkan efek pada data mulai dari meng-hide data sampai merusak atau menghapus data tersebut.

Serangan Siber Denial-of-Service

Jenis serangan siber yang satu ini dapat memanipulasi sistem dan aplikasi sehingga berdampak pada kinerja yang menjadi sangat berat dan menguras daya. Saat terbobol dan terkena serangan ini, sang pelaku bisa menuntut semacam tebusan kalau ingin sistem perusahaan kembali normal.

Serangan Siber Botnet & Scareware

Botnet (robot network) dapat menyerang komputer yang terhubung ke jaringan sentral. Dalam cara kerjanya, Botnet mengambil alih kendali sistem yang keamanan sibernya lemah untuk mencuri data. Bahkan Botnet bisa meningkatkan kemampuan enkripsinya sehingga akan sulit terdeteksi. Scareware merupakan jenis ancaman keamanan siber ini merupakan salah satu tipe scam (tipuan) yang biasa para pelaku kejahatan siber gunakan untuk mengecoh si pengguna perangkat. Scareware berbentuk seperti pop-up layaknya peringatan keamanan biasa. Ketika jebakan Scareware berhasil, biasanya pengguna akan diarahkan untuk melakukan suatu tindakan tertentu yang berujung pada penipuan.

Ketiga serangan siber tersebut dapat mengancam keamanan siber perusahaan yang berujung pada kerugian dalam hal bank data, kebocoran informasi, bahkan kerugian materiil. Maka dari itu, selain perlu meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang kinerja perusahaan, perlu juga untuk memperkuat cyber security perusahaan. Yuk kenali lebih banyak info seputar bisnis, digital marketing, dan optimasi sosial media di sini.

Mau belajar seputar digital marketing untuk mengembangkan bisnis online kamu? Yuk pilih kelas yang kamu butuhkan disini

[super_form id=”14361″]

Post a Comment